Policy Brief: Future-Ready Workforce Fondasi Baru Daya Saing Industri TPT Nasional
Ringkasan
Industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) Indonesia memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional melalui kontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja. Namun, daya saing industri TPT menghadapi berbagai tantangan, terutama akibat belum optimalnya sistem pengembangan kompetensi dan tata kelola ketenagakerjaan. Di pasar global, posisi Indonesia menunjukkan kecenderungan melemah pada beberapa rantai nilai TPT, khususnya garmen dan serat. Di pasar domestik, meningkatnya penetrasi produk impor turut memberikan tekanan produsen dalam negeri. Sekitar 52% pekerja masih menerima upah di bawah upah minimum, sementara kesenjangan produktivitas dan kapasitas antar-skala usaha masih menjadi tantangan, terutama pada industri kecil yang menyerap tenaga kerja besar namun belum menghasilkan output yang sebanding dengan industri besar. Berdasarkan hasil analisis terhadap tiga alternatif kebijakan, Memperkuat Kerja Sama Pendidikan Vokasi Dengan Industri direkomendasikan sebagai kebijakan prioritas. Kebijakan ini dinilai mampu mendorong produktivitas melalui penguatan kompetensi tenaga kerja yang selaras dengan kebutuhan industri, sehingga daya saing pun meningkat. Implementasi kebijakan perlu didukung melalui penyelarasan program pendidikan vokasi, updated kurikulum, peningkatan kapasitas guru vokasi, perluasan penerapan Teaching Factory (TeFa), serta peningkatan fasilitas bengkel praktik di sekolah. Output yang diharapkan dari kebijakan ini adalah tersedianya kurikulum vokasi yang telah diperbarui, kualitas pelatihan yang selaras dengan praktik nyata industri, serta meningkatnya kemudahan akses informasi pasar kerja sesuai kompetensi yang dimiliki tenaga kerja.
Informasi Publikasi
Whatsapp
Link