Policy Brief: Pengendalian Inflasi Beras: Optimalisasi Cadangan Beras Pemerintah melalui Penyaluran SPHP Beras Premium
Ringkasan
Beras merupakan komoditas strategis yang memengaruhi daya beli masyarakat dan inflasi. Meskipun inflasi beras secara tahunan melambat dari 4,24% pada Agustus 2025 menjadi 2,77% pada Agustus 2026, harga beras tetap meningkat dengan kenaikan harga beras premium sebesar 2,4% lebih tinggi dibandingkan beras medium 1,9%. Keterbatasan pasokan beras premium di sejumlah jaringan ritel juga menunjukkan adanya tekanan pada segmen premium meskipun stok beras nasional secara agregat memadai. Belum optimalnya instrumen stabilisasi beras premium, kenaikan harga gabah disertai indikasi penyempitan margin penggilingan, serta ketidaksesuaian struktur biaya dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras premium menjadi permasalahan yang dibahas dalam policy brief ini. Kondisi itu menunjukkan perlunya instrumen stabilisasi yang lebih sesuai dengan karakteristik pasar beras premium. Rekomendasi kebijakan yang disarankan ialah menerapkan SPHP Beras Premium secara terbatas dan targeted dengan simulasi penyaluran 400 ribu ton yang berpotensi menghemat anggaran subsidi sekitar Rp846 miliar dibandingkan SPHP beras medium. Kebijakan diarahkan untuk dilaksanakan secara terbatas dan targeted berdasarkan wilayah, periode, volume, dan kanal distribusi. Implementasi diawali dengan penyusunan kriteria piloting project pada wilayah yang mengalami tekanan harga dan/atau keterbatasan pasokan, serta dilanjutkan dengan evaluasi berkala untuk memastikan efektivitas dan ketepatan sasaran.
Informasi Publikasi
Whatsapp
Link