Policy Brief: Optimalisasi Jaringan Gas Batam: Skema Insentif dan Investasi untuk Subsidi LPG 3 kg
Ringkasan
Meningkatnya konsumsi LPG 3 kg menyebabkan ketergantungan impor dan beban subsidi energi dalam APBN terus meningkat, sementara tata kelola distribusinya masih menghadapi berbagai tantangan ketepatan sasaran dan kepastian pasokan. Kondisi ini memerlukan intervensi pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi dan menjaga keberlanjutan fiskal. Tanpa adanya intervensi tersebut, impor LPG, beban subsidi, dan risiko gangguan dapat diperkirakan akan terus meningkat. Policy brief ini merekomendasikan optimalisasi Jaringan Gas Rumah Tangga (Jargas) di kota Batam berbasis berbasis insentif dan investasi melalui skema pembiayaan inovatif yang mengintegrasikan pelanggan rumah tangga, komersial, dan industri guna meningkatkan keekonomian proyek. Implementasi ini harus tetap didukung perencanaan berbasis overlay data dan transisi LPG–Jargas secara bertahap. Rekomendasi ini ditujukan kepada Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian ESDM, Pemkot Batam, BP Batam, dan PGN/Badan Usaha untuk saling berkoordinasi mempercepat pengembangan Jargas sebagai model replikasi nasional dalam mengurangi konsumsi LPG, menekan subsidi energi, dan memperkuat ketahanan energi.
Informasi Publikasi
Whatsapp
Link