Policy Brief: Investasi Tepat, Hilirisasi Melesat: Dari Jebakan Midstream Menuju Industri Manufaktur Bernilai Tambah Tinggi
Ringkasan
Kontribusi industri manufaktur terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mengalami penurunan struktural selama dua dekade terakhir, dari puncaknya sekitar 32 persen menjadi 19,07 persen pada 2025. Penurunan ini menandai pelemahan peran manufaktur sebagai motor pertumbuhan dan penyedia lapangan kerja formal. Sebagai respons, pemerintah mendorong hilirisasi untuk mengurangi ekspor komoditas mentah dan meningkatkan nilai tambah di dalam negeri. Namun, pelaksanaan hilirisasi masih timpang. Sebagian besar investasi terkonsentrasi pada industri logam dasar, sementara aliran investasi ke subsektor lain (khususnya industri intermediet dan hilir) masih sangat terbatas, sehingga hilirisasi belum mampu memperdalam struktur industri secara lebih luas. Untuk mengoreksi ketimpangan tersebut, direkomendasikan integrasi sistem data antara Kementerian Perindustrian, Kementerian Investasi/BKPM, dan Kementerian ESDM guna membangun data intelligence yang andal. Sistem terintegrasi ini menjadi dasar perencanaan dan pemetaan potensi investasi hilirisasi yang lebih terarah, sehingga investasi dapat diarahkan menyentuh industri intermediet dan hilir bernilai tambah tinggi dan bukan hanya berhenti pada pengolahan tahap awal.
Informasi Publikasi
Whatsapp
Link