ekon academy Back to Home
Thumbnail Dokumen Publikasi

Policy Brief: MENYEIMBANGKAN PROTEKSI PROYEK STRATEGIS NASIONAL DAN KEPASTIAN INVESTASI DALAM PENYEDIAAN LAYANAN SATELIT AMAZON LOW EARTH ORBIT (LEO) DI INDONESIA

0.30 MB
•
24 September 2026

Ringkasan

Perkembangan investasi layanan satelit Low Earth Orbit (LEO) oleh PT Amazon Kuiper Services menjadi isu strategis yang memerlukan keseimbangan antara perlindungan Proyek Strategis Nasional (PSN) SATRIA-1 dan kepastian iklim investasi. Amazon LEO mengajukan permohonan pada 25 Juli 2025 dengan batas waktu koordinasi 15 September 2026. Tantangan utama berupa irisan frekuensi sekitar 400 MHz pada uplink (29,1–29,5 GHz) dan 400 MHz pada downlink (19,3–19,7 GHz) antara Amazon LEO dan SATRIA-1. Analisis akar masalah menggunakan metode 5 Whys menunjukkan permasalahan inti terletak pada ketidaksesuaian parameter teknis EPFD (Equivalent Power Flux Density) antara proposal Amazon LEO (-175,4 s.d. -164 dBW/m²/RefBW; RefBW: reference bandwidth atau lebar pita acuan) dengan rekomendasi PT PSN (-192,8 dBW/m²/RefBW untuk downlink skenario single constellation), serta munculnya isu kepercayaan (trust issue) terkait Non-Disclosure Agreement (NDA). Isu ini berkaitan langsung dengan keberlangsungan SATRIA-1 sebagai PSN berskema KPBU bernilai Rp6,4 triliun dan komitmen kapasitas 150 Gbps, serta berpotensi memengaruhi hubungan bilateral Indonesia–Amerika Serikat mengingat total komitmen investasi Amazon sekitar Rp90 triliun. Di sisi lain, penyelesaian yang tepat juga membuka peluang manfaat berupa tambahan investasi, perluasan konektivitas, dan transfer teknologi bagi Indonesia. Terdapat tiga alternatif kebijakan: (1) kelanjutan negosiasi teknis EPFD, (2) pengarahan pita beririsan khusus untuk gateway, dan (3) perizinan bertahap. Berdasarkan penilaian Grid Analysis dengan kriteria evaluasi William N. Dunn, Alternatif 2 dinilai paling efektif karena memiliki preseden implementasi pada Starlink-SATRIA-1, ruang penyelesaian lebih besar mengingat jumlah gateway terbatas dibandingkan user terminal, serta meminimalkan risiko interferensi terhadap layanan publik di sekitar 31.803 lokasi.

Informasi Publikasi

Penulis Ganiko Moddilani
Tanggal Terbit 24 September 2026
Total Unduhan 0 kali

Bagikan kelas ini